Minggu, 13 Desember 2015

HADITS DARI SEGI KUANTITAS DAN KUALITAS



HADITS DITINJAU DARI SEGI KUANTITAS DAN KUALITAS PERIWAYAT

1.    Hadits ditinjau dari kuantitasnya
Secara Umum, hadits jika ditinjau dari sisi jumlah (kuantitas) perawiyatnya, maka hadits dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu hadits Mutawatir dan hadits Ahad.
1.      Hadits Mutawatir
Hadits Mutawatir adalah hadits yang diriwayatkan oleh banyak periwayat dalam setiap tingkatan satu dengan yang lainnya dan masing-masing periwayat tersebut semuannya adil serta tidak mungkin mereka itu semuanya sepakat berdusta atau bohong.
Syarat-syarat hadits mutawatir:
a.       Bilangan atau jumlah periwayatnya banyak.
b.      Semuanya bersandar pada panca indera.

Adapun macam-macam mutawatir:
a.       Mutawatir Lafdhi, yaitu hadits yang diriwayatkan secara banyak periwayat (mutawatir) dari sisi lafalnya satu dengan yang lain sama.
b.      Mutawatir Ma’nawi, yaitu hadits yang diriwayatkan secara banyak periwayat (mutawatir) dipandang dari sisi lafalnya satu dengan yang lain berbeda tetapi masih dalam konteks yang sama (satu makna).
c.       Mutawatir Amali, yaitu perbuatan dan pengamalan syari’ah islamiyah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. secara praktis dan terbuka yang kemudian disaksikan dan diikuti oleh para sahabat.
2.      Hadits Ahad
Hadits Ahad adalah hadits yang tidak mencapai derajat mutawatir.
Hadits Ahad dibagi menjadi tiga:
a.       Masyhur
Masyhur adalah hadits yang memiliki sanad terbatas dan lebih dari dua, namun derajatnya tidak sampai mutawatir.
b.      Aziz
Aziz adalah hadits yang jumlah periwayatnya tidak kurang dari dua orang dalam seluruh tingkatannya.
c.       Gharib
Hadits Gharib adalah hadits yang diriwayatkan oleh seorang periwayat saja dengan tidak dipersoalkan dalam tabaqat (tingkatan) mana sajanya.
Kemungkinan keghariban suatu hadits:
1)      Hadits yang gharib dari sisi matan.
2)      Hadits yang gharib dari sisi sanad, terbagi menjadi dua kemungkinan, diantaranya:Gharib Mutlak, yaitu hadits yang gharabahnya (perawi satu orang) terletak pada pokok sanad. Pokok sanad adalah ujung sanad yaitu seorang sahabat. Dan Gharib Nisbi, yaitu hadits yang terjadi gharabah (perawinya satu orang) ditengah sanad.
3)      Hadits yang Gharib dari sisi sanad dan matan.

2.    Hadits ditinjau dari kualitasnya
Berdasarkan fungsinya, hadits dapat dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu hadits yang diterima (maqbul), yaitu haidits shahih dan hasan, sedangkan hadits yang ditolak (mardud) yaitu hadits dlo’if.
a.       Hadits Shahih, yaitu hadits yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh periwayat yang adil dan dabit sampai akhir sanad, serta tidak terdapat kejanggalan (syadz) dan kecacatan (illat).
Macam-macam Hadits Shahih:
1.      Shahih Lidzatihi, yaitu hadits yang sahih dengan sendirinya.
2.      Shahih Lighairihi, yaitu hadits yang bernilai hasan namun ada periwayat lain yang menguatkannya sehingga meningkat menjadi shahih.
b.      Hadits Hasan, yaitu sama dengan hadits shahih (semua syarat terpenuhi), namun hanya terdapat kekurangan adanya kelemahan daya hafalan (tidak terlalu kuat).
Macam-macam Hadits Hasan:
1.      Hasan Lidzatihi, yaitu hadits hasan dengan sendirinya, karena telah memenuhi segala kriteria dan persyaratan yang ditentukan.
2.      Hasan Lighairihi, yaitu hadits dlo’if jika diriwayatkan melalui jalan (sanad) lain yang sama atau lebih kuat.
c.       Hadits Dlo’if, yaitu hadits yang di dalamnya tidak terdapat ciri ke-shahihan dan ke-hasanan. Di dalamnya terdapat: periwayat pendusta atau tertuduh dusta, banyak membuat kekeliruan, pelupa, suka maksiat dan fasik, banyak angan-angan, menyalahi periwayat kepercayaan, periwayatnya tidak terkenal, penganut bid’ah, dan tidak baik hafalannya.



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar