BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Masa remaja secara psikologi merupakan masa peralihan
dari masa anak-anak
ke masa dewasa, pada masa remaja terjadi kematangan secara kognitif yaitu
interaksi dari struktur otak yang telah sempurna dan lingkungan sosial yang
semakin luas yang memugkinkan remaja untuk berfikir abstrak. Pada usia remaja
inilah berkembang sifat, sikap dan perilaku yang selalu ingin tahu, ingin
merasakan dan ingin mencoba. Hal ini apabila tidak segera difasilitasi atau diarahkan bukan
tidak mungkin akan salah arah dan berdampak negatif.
Remaja sebagai individu sedang berada dalam proses
berkembang atau menjadi (becoming), yaitu berkembang kearah kematangan
atau kemandirian. Proses perkembangan individu tidak selalu berjalan secara
mulus atau sesuai harapan dan nilai – nilai yang dianut, karena banyak faktor
yang menghambatnya. Faktor penghambat ini bisa bersifat internal atau
eksternal. Faktor eksternal adalah yang berasal dari lingkungan seperti ketidak
stabilan dalam kehidupan sosial politik, krisis ekonomi, perceraian orang tua,
sikap dan perlakuan orang tua yang otoriter atau kurang memberikan kasih sayang
dan pelecehan nilai – nilai moral atau agama dalam kehidupan agama atau
masyarakat. Sedangkan Faktor internal adalah faktor
yang bersumber pada diri sendiri, baik itu gen, keadaan psikologis Yang
tertekan, penyimpangan kepribadian, ataupun keadaan tingkat rohani seseorang.
Masa remaja dalam kehidupan sehari –hari sangat berkaitan
erat dengan aspek psikologi yang menjadikan remaja sering mancoba sesuatu untuk
alasan mencari jati diri. Kadang remaja salah mengartikan jati diri sehingga
terjebak dalam pergaulan bebas terutama terjebak dalam hal penggunaan minuman
keras. Sekarang ini banyak remaja yang mengatakan bahwa dengan
minum minuman keras kepercayaan diri mereka bertambah dari yang pemalu menjadi
pemberani, mereka beranggapan bahwa semua masalah dapat teratasi dengan minum
minuman keras, minuman keras dapat memperbanyak teman. Tapi sesuai kenyataan
minuman keras dapat merusak proses berfikir dan menjadikan seorang tidak
sadarkan diri atau bertindak tidak sesuai kehendak.
Berdasarkan latar belakang diatas,
penulis merasa tertarik untuk mempelajari lebih dalam lagi dengan membuat
sebuah karya ilmiah dengan judul: Bahaya Minuman Keras Bagi Remaja.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan
pemaparan latar belakang diatas, penulis memberikan rumusan masalah sebagai
berikut:
1.2.1
Apa
bahaya minuman keras bagi remaja?
1.2.2
Kenapa
minuman keras berbahaya bagi kesehatan, khususnya remaja?
1.2.3
Bagaimana
cara mencegah dan menanggulangi bahaya minuman keras bagi remaja?
1.3
Tujuan Penulisan
Berdasar
dari rumusan masalah, maka tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah
sebagai berikut:
1.3.1
Untuk
mengetahui apa bahaya minuman keras bagi remaja.
1.3.2
Untuk
mengetahui kenapa minuman keras berbahaya bagi kesehatan, khususnya remaja.
1.3.3
Untuk
mengetahui bagaimana cara mencegah dan menanggulangi bahaya minuman keras bagi
remaja.
1.4
Manfaat Penulisan
Dengan
adanya karya tulis ilmiah ini, baik penulis maupun pembaca dapat memperoleh
beberapa manfaat, antara lain:
1.4.1
Dapat
mengetahui apa bahaya minuman keras bagi remaja.
1.4.2
Dapat
mengetahui kenapa minuman keras berbahaya bagi kesehatan, khususnya remaja.
1.4.3
Dapat
mengetahui bagaimana cara mencegah dan menanggulangi bahaya minuman keras bagi
remaja.
1.5
Ruang Lingkup Masalah
Ruang
lingkup masalah digunakan dengan maksud untuk membatasi permasalahan yang
diteliti, sehingga pada saat penulisan yang dilakukan tidak ada kesalah
fahaman. Dan adapun ruang lingkup penulisan ini berfokus pada Bahaya Minuman
Keras Bagi Remaja.
1.6
Batasan Masalah
Agar
pembahasan tidak terlalu melebar, maka penulis ingin membatasi masalah pada:
1.6.1
Bahaya
minuman keras bagi remaja.
1.6.2
Kenapa
minuman keras berbahaya bagi kesehatan,
khususnya remaja.
1.6.3
Cara
mencegah dan menanggulangi bahaya minuman keras bagi remaja.
1.7
Definisi Istilah
Agar
dapat lebih memahami judul, maka penulis memberikan definisi istilah sebagai
berikut:
·
Bahaya : Sesuatu yang (mungkin)
Mendatangkan kecelakaan
(bencana,
kesengsaraan, kerugian, dsb).
·
Minuman
keras : Jenis minuman yang didalamnya
mengandung etanol,
yaitu
bahan psikoaktif.
·
Remaja : Suatu periode transisi dari
masa kanak-kanak ke masa
dewasa.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1
Pengertian Minuman Keras
Minuman
keras atau minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etanol,. Etanol
adalah bahan psikoaktif dan mengonsumsinya menyebabkan hilangnya
kesadaran.Menurut istilah agama minuman keras disebut khamr, khamr terambil
dari kata khamara yang artinya “menutup”. Maksudnya adalah menutupi akal.
Demikianlah orang yang mengonsumsi khamr menyebabkan akalnya tertutup sehingga
tidak dapat mengingat dirinya atau mabuk.
Menurut
sebagian ulama menyatakan bahwa yang disebut khamr adalah minuman yang terbuat
dari bahan anggur, kurma, gandum, dan sya’ir yang sudah keras dan
berbuih.Menurut kebanyakan ulama yang dimaksud khamr adalah segala jenis
minuman yang memabukkan dan menjadikan peminumya hilang kesadaran. Pendapat ini
didasarkan pada hadits Nabi Muhammad SAW. yang artinya: Dari Ibnu Umar r.a,
Nabi SAW. bersabda: tiap-tiap yang memabukkan itu haram. (HR. Imam Muslim)
Dalam
hadits lain yang artinya: Dari Jabir berkata, Rasulullah SAW. bersabda:
sesungguhnya (jika ia minum) dalam yang banyak dapat memabukkan, maka jumlah
sedikitnya hukumnya haram.(HR.Abu Dawud dan Imam Empat)
Berdasarkan
hadits tersebut dijelaskan bahwa khamr tidak hanya berarti minuman keras yang
terbuat dari anggur, tetapi juga minuman keras lainnya. Sabda Nabi SAW.
tersebut menjelaskan bahwa tiap-tiap yang memabukkan itu disebut khamr. Jadi
tidak terbatas pada minuman keras saja, melainkan mencakup segala sesuatu yang
memabukkan, baik berbentuk minuman maupun dalam bentuk lain, seperti makanan,
tablet, sigaret (diisap), cairan yang disuntikkan, dan sebagainya, semua
termasuk dalam pengertian khamr.
2.2
Pengertian Remaja
Remaja
adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak
dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Masa
remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa.
Menurut psikologi, remaja adalah suatu periode
transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada
usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22
tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan
tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan
karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan
kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan
identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis)
dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga.
Dilihat dari bahasa inggris “teenager”, remaja
artinya yakni manusia berusia belasan tahun.Dimana usia tersebut merupakan
perkembangan untuk menjadi dewasa. Oleh sebab itu orang tua dan pendidik
sebagai bagian masyarakat yang lebih berpengalaman memiliki peranan penting
dalam membantu perkembangan remaja menuju kedewasaan. Remaja juga berasal dari
kata latin “adolensence” yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa.
Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup
kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik (Hurlock, 1992). Batasan usia
remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21 tahun.
Rentang
waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu:
·
Masa
remaja awal 12-15 tahun.
·
Masa
remaja pertengahan 15-18 tahun.
·
Masa
remaja akhir 18-21 tahun.
2.3
Macam-macam Minuman Keras
Minuman keras terbagi menjadi tiga golongan yaitu:
·
Minuman
keras golongan A berkadar 1% - 5%
Contoh: Bir
bintang, Green sand, Anker bir, San Miguel, dll.
·
Minuman
keras golongan B berkadar 5% - 20%
Contoh: Anggur
Malaga, Anggur Kolesom cap 39, Anggur orang tua, Shochu, Crème cacao, dan jenis
minuman anggur lainnya.
·
Minuman
keras golongan C berkadar 20% - 55%
Contoh: Mansion
of house, Scotch brandy, Stevenson, Tanqueray,Vocda, Brandy, dll.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1
Bahaya Minuman Keras Bagi Remaja
Bahaya minuman keras bagi remaja sangat berpengaruh
bagi kesehatan baik secara fisiologis maupun psikologis.
1.
Secara
Fisiologis (Kesehatan Fisik)
Dampak
minuman beralkohol antara lain akan menimbulkan kerusakan hati, jantung,
pangkreas dan peradangan lambung, otot syaraf, mengganggu metabolisme tubuh,
membuat penis menjadi cacat, impoten serta gangguan seks lainnya.
Adapun bahaya minuman
keras bagi remaja secara fisiologis antara lain:
A.
Alkohol
Merusak Hati
Kerusakan
organis yang disebabkan oleh penggunaan alkohol secara terus menerus seringkali
bersifar fatal. Organ tubuh yang paling sering mengalami perubahan struturl
akibat alkohol adalah hati. Secara normal, hati memiliki kemampuan untuk
menahan zat aktif dalam bagian selularnya. Hati seorang pecandu alkohol tidak
pernah terbebas dari pengaruh alkohol dan seringkali dipenuhi olehnya. Stuktur
kapsular atau selaput yang kecil dari hati terkena dampak dari alkohol sehingga
mencegah dealisis dan sekresi yang seharusnya. Hati menjadi besar karena
dilatasi pembuluh-pembuluhnya, tambahan zat cair dan penebalan jaringan.
Hal ini diikuti dengan kontraksi selaput dan
penyusutan bagian-bagian selular dari keseluruhan organ. Kemudian bagian bawah
pecandu alkohol menjadi dropsikal dikarenakan gangguan pada pembuluh darah yang
membawa arus balik darah. Struktur hati dipenuhi sel-sel lemak dan mengalami
apa yang secara teknis ditunjuk sebagai “lemak hati”.
B.
Alkohol
Melemahkan Jantung
Konsumsi
alkohol sangat mempengaruhi jantung. Kualitas struktur selaput yang
menyelubungi dan melapisi jantung berubah dan menebal menjadi seperti tulang
rawan atau berkapur. Kemudian katup kehilangan keluwesan mereka sehingga yang
disebut dengan gangguan katup menjadi permanen. Struktur lapisan pembuluh darah
besar dari jantung juga mengalami perubahan struktur yang sama sehingga
pembuluhnya kehilangan elastisitas dan kekuatan untuk menyuplai jantung.
C.
Alkohol Merusak Ginjal
Ginjal akibat konsumsi alkohol yang berlebihan akan
berdampak buruk bagi kesehatan. Pembuluh darah ginjal kehilangan elastisitas
dan kekuatan untuk kontraksi. Struktur-struktur
yang kecil dalam ginjal akan pergi melalui modifikasi lemak. Albumin dari darah
mudah melewati selaput mereka. Hal ini menyebabkan tubuh kehilangan kekuatannya
seolah-olah tubuh kehabisan darah secara bertahap.
D.
Gangguan
Bagi wanita
Minuman
beralkohol selama ini memang identik dengan minuman pria tapi saat ini semakin
banyak kaum wanita yang mulai mengonsumsi minuman beralkohol. Padahal, dalam
konsumsi berlebih minuman beralkohol lebih berdampak buruk untuk kaum hawa. Kenyataan
penelitian menyebutkan bahwa kaum wanita ternyata lebih cepat mabuk daripada
pria, para dokter juga mengingatkan bahwa penyakit-penyakit yang berkaitan
dengan alkohol lebih cepat muncul pada wanita.
Otak wanita alkoholik dapat mengalami kerusakan,
terutama pada fungsi syaraf kognitifnya. Namun ini bukan berarti pria alkoholik
terbebas dari masalah. Wanita alkoholik memiliki hasil tes yang buruk dalam hal
memori visual, fleksibilitas kemampuan kognitif, penyelesaian masalah dan
perencanaan.
Selain merusak syaraf otak, alkohol juga merusak
bagian liver. Lagi-lagi dampak kerusakannya lebih cepat terjadi pada wanita dibanding
pria. Pada tubuh pria terdapat 65 % air, sedangkan wanita hanya 55 %
air.Sehingga wanita lebih mudah mabuk. Alkohol diserap ke dalam darah kemudian
dibawa oleh air ke dalam sel. Karena air dalam tubuh wanita lebih sedikit, maka
konsenstrasi alkohol dalam darah lebih tinggi meski mereka minum dalam jumlah
yang sama dengan pria. Dengan konsentrasi alkohol dalam tubuh wanita yang
tinggi itu akan membuat liver wanita lebih cepat rusak dibanding pria.
Konsumsi minuman
beralkohol bagi wanita yang sedang hamil akan merusak sang jabang bayi.
Konsumsi itu akan berdampak pada kemampuan kognitif anak dikemudian hari.
Selain masalah koginitif anak yang lahir dari seorang ibu yang mengkonsumsi minuman
beralkohol saat hamil juga akan mengalami masalah dengan rendahnya perhatian
dan reaksi.
Berikut ini adalah pengaruh buruk akohol bagi
kesehatan yang mungkin belum anda ketahui sebelumnya :
1. Mabuk :
Konsumsi alkohol yang banyak dapat membuat mabuk dan menyebabkan korban
mengalami sakit kepala, mual, muntah serta nyeri pada bagian tubuh tertentu.
2. Berat badan naik :
Karena pada umumnya minuman beralkohol memiliki kadar kalori dan gula yang
tinggi.
3. Tekanan darah tinggi :
Alkohol merupakan pemicu tekanan darah.
4. Sistem kekebalan tubuh menurun :
Dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, maka tubuh anda akan mudah terserang
infeksi.
5. Kanker, penyakit jantung, gangguan
pernafasan & gangguan hati : Semakin
sering dan semakin banyak jumlah alkohol yang anda konsumsi, semakin besar pula
resiko anda terjangkit kanker, penyakit jantung, gangguan pernafasan dan
gangguan pada organ hati.
4.1
Secara Psikologis (Kesehatan Jiwa)
Minuman keras
dapat merusak secara permanen jaringan otak sehingga menimbulkan
gangguan daya ingatan, kemampuan penilaian, kemampuan belajar dan gangguan jiwa
tertentu.
Berikut ini adalah bahaya minuman keras secara
Psikologi:
A.
Gangguan
Daya Ingat
Gangguan ingatan biasanya merupakan ciri yang awal dan
menonjol pada demensia, khususnya pada demensia yang mengenai korteks, seperti
demensia tipe Alzheimer. Pada awal perjalanan demensia, gangguan daya ingat
adalah ringan dan paling jelas untuk peristiwa yang baru terjadi.
B.
Orientasi
Karena daya ingat adalah penting untuk orientasi
terhadap orang, waktu dan tempat, orientasi dapat terganggu secara progresif
selama perialanan penyaki Demensia. Sebagai contohnya, pasien dengan Demensia
mungkin lupa bagaimana kembali ke ruangannya setelah pergi ke kamar mandi. Tetapi,
tidak masalah bagaimanapun beratnya disorientasi, pasien tidak menunjukkan
gangguan pada tingkat kesadaran.
C.
Gangguan
Bahasa
Proses demensia yang mengenai korteks, terutama
demensia tipe Alzheimer dan demensia vaskular, dapat
mempengaruhi kemampuan berbahasa pasien. Kesulitan berbahasa ditandai oleh cara
berkata yang samar-samar, stereotipik tidak tepat, atau berputar-putar.
D.
Perubahan
Kepribadian
Perubahan
kepribadian merupakan gambaran yang paling mengganggu bagi keluarga pasien yang
terkena. Pasien demensia mempunyai waham paranoid, gangguan frontal, dan
temporal. Pasien seperti ini kemungkinan mengalami perubahan keperibadian yang
jelas, mudah marah dan meledak – ledak.
E.
Psikosis
Diperkirakan 20 -30% pasien demensia tipe Alzheimer,
memiliki halusinasi, dan 30 – 40 % memiliki waham, terutama dengan sifat
paranoid atau persekutorik dan tidak sistematik.
3.2
Minuman Keras Berbahaya Bagi Kesehatan Khususnya
Remaja
Pada usia muda/remaja,
konsumsi minuman keras yang berlebihan
membawa resiko kesehatan yang lebih buruk, karena pada usia ini tubuh, otak dan
saraf masih berada pada tahap perkembangan. Resiko terkena penyakit berbahaya
akibat mengkonsumsi miras/minol berlebihan pada usia muda/usia tumbuh kembang
antara lain:
1. Kanker mulut dan tenggorokan (cancer of the
mouth and throat).
2. Gangguan pada kesehatan mental dan
seksual, misalnya depresi sampai pemikiran untuk bunuh diri.
3. Sirosis hati dan penyakit jantung.
4. Pada beberapa kasus, sirosis hati dapat meningkatkan
resiko kanker hati
5. Gangguan perkembangan otak
Tindak kriminal yang berhubungan dengan konsumsi alkohol
pada usia remaja cenderung meningkat.
Misalnya kecelakaan lalu lintas karena berkendara dalam keadaan mabuk.
Pelecehan seksual hingga pemerkosaan kepada orang tak berdosa akibat pelaku tidak
bisa mengendalikan diri setelah pesta minuman keras. Pembunuhan akibat
hilangnya akal sehat pelaku yang berada di bawah pengaruh alkohol.
Di berbagai Negara, konsumsi minuman keras secara terbatas hanya diperbolehkan pada
mereka yang telah berusia 21 tahun ke atas. Ada alasan kesehatan di balik itu. Riset mengungkapkan
bahwa remaja yang mulai mengkonsumsi alkohol saat usia di bawah 15 tahun,
resiko ketergantungan pada alkohol meningkat 4 kali lipat dibanding mereka yang
mulai mengkonsumsi alkohol saat berusia 21 tahun. Bisa dibayangkan, konsumsi alkohol
pada usia remaja akan merenggut masa depan mereka.
3.3
Cara
Mencegah Dan Menanggulangi Bahaya Minuman Keras Bagi Remaja
A.
Cara
Mencegah Terhadap Bahaya Minuman Keras Bagi Remaja
Seseorang yang telah kecanduan minuman keras ataupun
narkoba memang sulit untuk melepaskan diri dari ketergantungannya terhadap
barang-barang tersebut, tapi bukan berarti tidak bisa. Berikut ada beberapa hal
yang dapat dilakukan untuk melepaskan diri dari jeratan ketergantungan terhadap
minuman keras ataupun narkoba :
1. Ciptakan suatu kondisi dimana sipecandu
sibuk dengan suatu urusan (sebaiknya urusan yang memang disukainya/hobinya yang
positif), sehingga waktunya untuk mengingat barang tersebut sedikit demi
sedikit dapat dilupakannya.
2. Ciptakan suatu kondisi agar sipecandu
sendiri yang bertekad untuk meninggalkan dunia yang selama ini digelutinya, dan
ini merupakan hal yang terbaik dan terpenting.
3. Jika sipecandu sering bermabuk-mabukan
dengan teman-temannya, maka sipecandu harus dijauhkan dari pergaulannya.
4. Jika seorang muslim, maka
sering-seringlah berjamaah dimesjid, mendengarkan ceramah-ceramah agama dan
bergaul dengan para ulama.
5. Keluarga harus lebih sering
menasehatinya/mengingatkannya dengan lemah lembut, tentang bahaya minuman
keras/narkoba. Jangan memakai kekerasan, mengejek atau memarahinya.
B.
Cara Menanggulangi Terhadap Bahaya Minuman Keras
Bagi Remaja
Untuk menghilangkan kecanduan mengonsumsi minuman
keras, kita harus melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Melakukan Olahraga
Proses
detoksifikasi bias memicu depresi, yang bisa diredakan deangan melakukan yoga
atau olahraga lainnya secara teratur, karena banyak protasium yang dikeluarkan
melalui keringat.
2. Mengonsumsi sayur dan buah yang segar
Jus
buah bit diyakini berkhasiat membersihkan hati, sementara jus wortel mampu
memperkuat system kekebalan tubuh. Selain itu jus carberry juga dapat
memurnikan tubuh dari racun-racun pengotor.
3. Minum air putih lebih banyak
Untuk
membersihkan racun alkohol, seorang harus menambah konsumsi cairan sebanyak 2-3
liter/hari. Karena sel-sel dalam tubuh membutuhkan cairan agar bisa berfungsi
dengan baik saat melakukan detoksifikasi. Cairan yang cukup akan membantu
kekebalan tubuh.
4. Mengonsumsi herbal dan suplemen yang
mengandung vitamin B
Mengonsumsi
beberapa jenis herbal atau tumbuhan dan suplemen yang mengandung vitamin B yang
dapat membantu mengurangi ketegangan fisik maupun psikis yang muncul saat
proses detoksifokasi alkohol.
BAB IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Berdasarkan
uraian yang telah disampaikan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Bahaya minuman keras bagi kesehatan
dapat berdampak secara fisiologis maupun secara psikologis.
2. Bahaya minuman keras secara fisiologis
antara lain: merusak hati, melemahkan jantung, merusak ginjal, gangguan bagi
wanita, kanker, penyakit jantung, gangguan pernafasan, dan gangguan pada organ
hati.
3. Bahaya minuman keras secara psikologis
dapat menimbulkan berbagai resiko bagi kesehatan jiwa seperti: gangguan daya
ingat, orientasi, gangguan bahasa, gangguan kepribadian, dan psikosis.
4. Pada usia remaja konsumsi minuman keras
yang berlebihan akan berdampak buruk bagi kesehatan dan mengakibatkan: kanker
mulut dan tenggorokkan, gangguan pada kesehatan mental dan seksual, sirosis
hati dan penyakit jantung, kanker hati, serta gangguan perkembangan otak.
5. Cara mencegah dari bahaya minuman keras
bagi remaja:
a) Menciptakan suatu kondisi dimana si
pecandu sibuk dengan hobinya yang positif.
b) Meninggalkan dunia yang selama ini
digelutinya.
c) Menjauhkan diri dari pergaulan yang
tidak baik.
d) Sering melakukan hal-hal yang positif.
e) Pihak keluarga harus lebih sering
menasehati/ mengingatkannya dengan lemah lembut.
6. Cara menanggulangi bahaya minuman keras
bagi remaja:
a) Sering melakukan olahraga.
b) Mengonsumsi sayur dan buah segar.
c) Minum air putih lebih banyak.
d) Mengonsumsi beberapa jenis herba atau
tumbuhan dan suplemen yang mengandung vitamin B.
4.2
Saran
Dari penulisan karya ilmiah ini, penulis memberi
saran sebagai berikut:
1. Dengan mengetahui bahaya minuman keras
bagi kesehatan, sebaiknya masyarakat bisa menjauhi bahkan tidak memngonsumsi
minuman keras.
2. Bagi usia remaja jangan sampai
mengonsumsi minuman keras, sebab minuman keras mengakibatkan hilangnya
kesadaran sehingga mudah terjadinya suatu tindakan criminal.
3. Sebaiknya pada usia remaja seringlah
melakukan hal-hal positif, seperti mendengarkan mendengarkan ceramah- ceramah
agama agar tidak mudah terpengaruh pada hal-hal yang bersifat negatif.
DAFTAR
PUSTAKA
http://luvjoy.blogdetik.com/2013/06/10/ketahui-bahaya-miras-dan-minol-untuk-selamatkan-generasi-muda/
http://smk2mkwbisa.blogspot.com/2013/01/bahaya-miras-bagi-tubuh-manusia-beserta.html
RIWAYAT HIDUP
Arif
Novariyanto, dilahirkan di Desa Paciran Kabupaten Lamongan pada tanggal 10 November 1996 dari
pasangan Bapak Suprapto dan Ibu Sumarlik yang bertempat tinggal di Desa
Paciran, anak kedua dari tiga bersaudara. TK sampai MA ditempuh di Lembaga
Pendidikan Mazro’atul Ulum Paciran Lamongan.
Penulis menyelesaikan pendidikannya di tingkat TK pada tahun 2003,
kemudian di tingkat MI pada tahun 2009, kemudian di tingkat MTs. pada tahun
2012, dan kemudian melanjutkan pendidikannya di MA NU Mazro’atul Ulum Paciran
hingga sekarang. Di tingkat MTs penulis menjadi pengurus OSIS dan menjabat
sebagai wakil sekretaris. Sedangkan sekarang di tingkat MA, penulis menjabat
sebagai Ketua PK atau sama halnya dengan Ketua OSIS.
Seorang
yang mempunyai hobby basket, futsal, dan berpetualang ini bercita-cita menjadi
seorang Guru sekaligus pengusaha.Untuk pegangan dan motivasi hidupnya ia
mengidolakan Baginda Nabi Muhammad SAW. sebagai suri tauladan yang baik.
Untuk
memenuhi persyaratan mengikuti ujian semester genap di kelas XI, penulis
menyusun sebuah karya ilmiah tentang “Bahaya Minuman Keras Bagi Remaja”. semoga
apa yang ada dalam karya ilmiah ini bisa menambah pengetahuan,dan dapat
bermanfaat untuk anda. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar