Sabtu, 05 Desember 2015

KIR BAHAYA MINUMAN KERAS BAGI REMAJA


BAB I
PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang
Masa remaja secara psikologi merupakan masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, pada masa remaja terjadi kematangan secara kognitif yaitu interaksi dari struktur otak yang telah sempurna dan lingkungan sosial yang semakin luas yang memugkinkan remaja untuk berfikir abstrak. Pada usia remaja inilah berkembang sifat, sikap dan perilaku yang selalu ingin tahu, ingin merasakan dan ingin mencoba. Hal ini apabila tidak segera difasilitasi atau diarahkan bukan tidak mungkin akan salah arah dan berdampak negatif.
Remaja sebagai individu sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (becoming), yaitu berkembang kearah kematangan atau kemandirian. Proses perkembangan individu tidak selalu berjalan secara mulus atau sesuai harapan dan nilai – nilai yang dianut, karena banyak faktor yang menghambatnya. Faktor penghambat ini bisa bersifat internal atau eksternal. Faktor eksternal adalah yang berasal dari lingkungan seperti ketidak stabilan dalam kehidupan sosial politik, krisis ekonomi, perceraian orang tua, sikap dan perlakuan orang tua yang otoriter atau kurang memberikan kasih sayang dan pelecehan nilai – nilai moral atau agama dalam kehidupan agama atau masyarakat. Sedangkan Faktor internal adalah faktor yang bersumber pada diri sendiri, baik itu gen, keadaan psikologis Yang tertekan, penyimpangan kepribadian, ataupun keadaan tingkat rohani seseorang.
Masa remaja dalam kehidupan sehari –hari sangat berkaitan erat dengan aspek psikologi yang menjadikan remaja sering mancoba sesuatu untuk alasan mencari jati diri. Kadang remaja salah mengartikan jati diri sehingga terjebak dalam pergaulan bebas terutama terjebak dalam hal penggunaan minuman keras.  Sekarang ini banyak remaja yang mengatakan bahwa dengan minum minuman keras kepercayaan diri mereka bertambah dari yang pemalu menjadi pemberani, mereka beranggapan bahwa semua masalah dapat teratasi dengan minum minuman keras, minuman keras dapat memperbanyak teman. Tapi sesuai kenyataan minuman keras dapat merusak proses berfikir dan menjadikan seorang tidak sadarkan diri atau bertindak tidak sesuai kehendak.
Berdasarkan latar belakang diatas, penulis merasa tertarik untuk mempelajari lebih dalam lagi dengan membuat sebuah karya ilmiah dengan judul: Bahaya Minuman Keras Bagi Remaja.
1.2        Rumusan Masalah
Berdasarkan pemaparan latar belakang diatas, penulis memberikan rumusan masalah sebagai berikut:
1.2.1  Apa bahaya minuman keras bagi remaja?
1.2.2  Kenapa minuman keras berbahaya bagi kesehatan, khususnya remaja?
1.2.3  Bagaimana cara mencegah dan menanggulangi bahaya minuman keras bagi remaja?



1.3        Tujuan Penulisan
Berdasar dari rumusan masalah, maka tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah sebagai berikut:
1.3.1  Untuk mengetahui apa bahaya minuman keras bagi remaja.
1.3.2  Untuk mengetahui kenapa minuman keras berbahaya bagi kesehatan, khususnya remaja.
1.3.3  Untuk mengetahui bagaimana cara mencegah dan menanggulangi bahaya minuman keras bagi remaja.

1.4        Manfaat Penulisan
Dengan adanya karya tulis ilmiah ini, baik penulis maupun pembaca dapat memperoleh beberapa manfaat, antara lain:
1.4.1  Dapat mengetahui apa bahaya minuman keras bagi remaja.
1.4.2  Dapat mengetahui kenapa minuman keras berbahaya bagi kesehatan, khususnya remaja.
1.4.3  Dapat mengetahui bagaimana cara mencegah dan menanggulangi bahaya minuman keras bagi remaja.

1.5        Ruang Lingkup Masalah
Ruang lingkup masalah digunakan dengan maksud untuk membatasi permasalahan yang diteliti, sehingga pada saat penulisan yang dilakukan tidak ada kesalah fahaman. Dan adapun ruang lingkup penulisan ini berfokus pada Bahaya Minuman Keras Bagi Remaja.

1.6        Batasan Masalah
Agar pembahasan tidak terlalu melebar, maka penulis ingin membatasi masalah pada:
1.6.1  Bahaya minuman keras bagi remaja.
1.6.2  Kenapa minuman keras berbahaya bagi kesehatan,  khususnya remaja.
1.6.3  Cara mencegah dan menanggulangi bahaya minuman keras bagi remaja.

1.7        Definisi Istilah
Agar dapat lebih memahami judul, maka penulis memberikan definisi istilah sebagai berikut:
·         Bahaya                  : Sesuatu yang (mungkin) Mendatangkan kecelakaan
(bencana, kesengsaraan, kerugian, dsb).
·         Minuman keras      : Jenis minuman yang didalamnya mengandung etanol,
yaitu bahan psikoaktif.
·         Remaja                  : Suatu periode transisi dari masa kanak-kanak ke masa
dewasa.








BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1        Pengertian Minuman Keras
Minuman keras atau minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etanol,. Etanol adalah bahan psikoaktif  dan mengonsumsinya menyebabkan hilangnya kesadaran.Menurut istilah agama minuman keras disebut khamr, khamr terambil dari kata khamara yang artinya “menutup”. Maksudnya adalah menutupi akal. Demikianlah orang yang mengonsumsi khamr menyebabkan akalnya tertutup sehingga tidak dapat mengingat dirinya atau mabuk.
Menurut sebagian ulama menyatakan bahwa yang disebut khamr adalah minuman yang terbuat dari bahan anggur, kurma, gandum, dan sya’ir yang sudah keras dan berbuih.Menurut kebanyakan ulama yang dimaksud khamr adalah segala jenis minuman yang memabukkan dan menjadikan peminumya hilang kesadaran. Pendapat ini didasarkan pada hadits Nabi Muhammad SAW. yang artinya: Dari Ibnu Umar r.a, Nabi SAW. bersabda: tiap-tiap yang memabukkan itu haram. (HR. Imam Muslim)
Dalam hadits lain yang artinya: Dari Jabir berkata, Rasulullah SAW. bersabda: sesungguhnya (jika ia minum) dalam yang banyak dapat memabukkan, maka jumlah sedikitnya hukumnya haram.(HR.Abu Dawud dan Imam Empat)
Berdasarkan hadits tersebut dijelaskan bahwa khamr tidak hanya berarti minuman keras yang terbuat dari anggur, tetapi juga minuman keras lainnya. Sabda Nabi SAW. tersebut menjelaskan bahwa tiap-tiap yang memabukkan itu disebut khamr. Jadi tidak terbatas pada minuman keras saja, melainkan mencakup segala sesuatu yang memabukkan, baik berbentuk minuman maupun dalam bentuk lain, seperti makanan, tablet, sigaret (diisap), cairan yang disuntikkan, dan sebagainya, semua termasuk dalam pengertian khamr.

2.2        Pengertian Remaja
Remaja adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa.
Menurut psikologi, remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga.
Dilihat dari bahasa inggris “teenager”, remaja artinya yakni manusia berusia belasan tahun.Dimana usia tersebut merupakan perkembangan untuk menjadi dewasa. Oleh sebab itu orang tua dan pendidik sebagai bagian masyarakat yang lebih berpengalaman memiliki peranan penting dalam membantu perkembangan remaja menuju kedewasaan. Remaja juga berasal dari kata latin “adolensence” yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik (Hurlock, 1992). Batasan usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21 tahun.
Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu:
·         Masa remaja awal 12-15 tahun.
·         Masa remaja pertengahan 15-18 tahun.
·         Masa remaja akhir  18-21 tahun.

2.3        Macam-macam Minuman Keras
Minuman keras terbagi menjadi tiga golongan yaitu:
·         Minuman keras golongan A berkadar 1% - 5%
Contoh: Bir bintang, Green sand, Anker bir, San Miguel, dll.
·         Minuman keras golongan B berkadar 5% - 20%
Contoh: Anggur Malaga, Anggur Kolesom cap 39, Anggur orang tua, Shochu, Crème cacao, dan jenis minuman anggur lainnya.
·         Minuman keras golongan C berkadar 20% - 55%
Contoh: Mansion of house, Scotch brandy, Stevenson, Tanqueray,Vocda, Brandy, dll.



BAB III
PEMBAHASAN

3.1        Bahaya Minuman Keras Bagi Remaja
Bahaya minuman keras bagi remaja sangat berpengaruh bagi kesehatan baik secara fisiologis maupun psikologis.
1.      Secara Fisiologis (Kesehatan Fisik)      
Dampak minuman beralkohol antara lain akan menimbulkan kerusakan hati, jantung, pangkreas dan peradangan lambung, otot syaraf, mengganggu metabolisme tubuh, membuat penis menjadi cacat, impoten serta gangguan seks lainnya.
Adapun bahaya minuman keras bagi remaja secara fisiologis antara lain:
A.    Alkohol Merusak Hati
Kerusakan organis yang disebabkan oleh penggunaan alkohol secara terus menerus seringkali bersifar fatal. Organ tubuh yang paling sering mengalami perubahan struturl akibat alkohol adalah hati. Secara normal, hati memiliki kemampuan untuk menahan zat aktif dalam bagian selularnya. Hati seorang pecandu alkohol tidak pernah terbebas dari pengaruh alkohol dan seringkali dipenuhi olehnya. Stuktur kapsular atau selaput yang kecil dari hati terkena dampak dari alkohol sehingga mencegah dealisis dan sekresi yang seharusnya. Hati menjadi besar karena dilatasi pembuluh-pembuluhnya, tambahan zat cair dan penebalan jaringan.
Hal ini diikuti dengan kontraksi selaput dan penyusutan bagian-bagian selular dari keseluruhan organ. Kemudian bagian bawah pecandu alkohol menjadi dropsikal dikarenakan gangguan pada pembuluh darah yang membawa arus balik darah. Struktur hati dipenuhi sel-sel lemak dan mengalami apa yang secara teknis ditunjuk sebagai “lemak hati”.
B.     Alkohol Melemahkan Jantung
Konsumsi alkohol sangat mempengaruhi jantung. Kualitas struktur selaput yang menyelubungi dan melapisi jantung berubah dan menebal menjadi seperti tulang rawan atau berkapur. Kemudian katup kehilangan keluwesan mereka sehingga yang disebut dengan gangguan katup menjadi permanen. Struktur lapisan pembuluh darah besar dari jantung juga mengalami perubahan struktur yang sama sehingga pembuluhnya kehilangan elastisitas dan kekuatan untuk menyuplai jantung.
C.    Alkohol Merusak Ginjal
Ginjal akibat konsumsi alkohol yang berlebihan akan berdampak buruk bagi kesehatan. Pembuluh darah ginjal kehilangan elastisitas dan kekuatan untuk kontraksi. Struktur-struktur yang kecil dalam ginjal akan pergi melalui modifikasi lemak. Albumin dari darah mudah melewati selaput mereka. Hal ini menyebabkan tubuh kehilangan kekuatannya seolah-olah tubuh kehabisan darah secara bertahap.



D.    Gangguan Bagi wanita
Minuman beralkohol selama ini memang identik dengan minuman pria tapi saat ini semakin banyak kaum wanita yang mulai mengonsumsi minuman beralkohol. Padahal, dalam konsumsi berlebih minuman beralkohol lebih berdampak buruk untuk kaum hawa. Kenyataan penelitian menyebutkan bahwa kaum wanita ternyata lebih cepat mabuk daripada pria, para dokter juga mengingatkan bahwa penyakit-penyakit yang berkaitan dengan alkohol lebih cepat muncul pada wanita.
Otak wanita alkoholik dapat mengalami kerusakan, terutama pada fungsi syaraf kognitifnya. Namun ini bukan berarti pria alkoholik terbebas dari masalah. Wanita alkoholik memiliki hasil tes yang buruk dalam hal memori visual, fleksibilitas kemampuan kognitif, penyelesaian masalah dan perencanaan.
Selain merusak syaraf otak, alkohol juga merusak bagian liver. Lagi-lagi dampak kerusakannya lebih cepat terjadi pada wanita dibanding pria. Pada tubuh pria terdapat 65 % air, sedangkan wanita hanya 55 % air.Sehingga wanita lebih mudah mabuk. Alkohol diserap ke dalam darah kemudian dibawa oleh air ke dalam sel. Karena air dalam tubuh wanita lebih sedikit, maka konsenstrasi alkohol dalam darah lebih tinggi meski mereka minum dalam jumlah yang sama dengan pria. Dengan konsentrasi alkohol dalam tubuh wanita yang tinggi itu akan membuat liver wanita lebih cepat rusak dibanding pria.
Konsumsi minuman beralkohol bagi wanita yang sedang hamil akan merusak sang jabang bayi. Konsumsi itu akan berdampak pada kemampuan kognitif anak dikemudian hari. Selain masalah koginitif anak yang lahir dari seorang ibu yang mengkonsumsi minuman beralkohol saat hamil juga akan mengalami masalah dengan rendahnya perhatian dan reaksi.

Berikut ini adalah pengaruh buruk akohol bagi kesehatan yang mungkin belum anda ketahui sebelumnya :
1.      Mabuk : Konsumsi alkohol yang banyak dapat membuat mabuk dan menyebabkan korban mengalami sakit kepala, mual, muntah serta nyeri pada bagian tubuh tertentu.
2.      Berat badan naik : Karena pada umumnya minuman beralkohol memiliki kadar kalori dan gula yang tinggi.
3.      Tekanan darah tinggi : Alkohol merupakan pemicu tekanan darah.
4.      Sistem kekebalan tubuh menurun : Dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, maka tubuh anda akan mudah terserang infeksi.
5.      Kanker, penyakit jantung, gangguan pernafasan & gangguan hati : Semakin sering dan semakin banyak jumlah alkohol yang anda konsumsi, semakin besar pula resiko anda terjangkit kanker, penyakit jantung, gangguan pernafasan dan gangguan pada organ hati.




4.1  Secara Psikologis (Kesehatan Jiwa)
Minuman keras  dapat merusak secara permanen jaringan otak sehingga menimbulkan gangguan daya ingatan, kemampuan penilaian, kemampuan belajar dan gangguan jiwa tertentu.
Berikut ini adalah bahaya minuman keras secara Psikologi:
A.    Gangguan Daya Ingat
Gangguan ingatan biasanya merupakan ciri yang awal dan menonjol pada demensia, khususnya pada demensia yang mengenai korteks, seperti demensia tipe Alzheimer. Pada awal perjalanan demensia, gangguan daya ingat adalah ringan dan paling jelas untuk peristiwa yang baru terjadi.
B.     Orientasi
Karena daya ingat adalah penting untuk orientasi terhadap orang, waktu dan tempat, orientasi dapat terganggu secara progresif selama perialanan penyaki Demensia. Sebagai contohnya, pasien dengan Demensia mungkin lupa bagaimana kembali ke ruangannya setelah pergi ke kamar mandi. Tetapi, tidak masalah bagaimanapun beratnya disorientasi, pasien tidak menunjukkan gangguan pada tingkat kesadaran.
C.    Gangguan Bahasa
Proses demensia yang mengenai korteks, terutama demensia tipe Alzheimer dan demensia vaskular, dapat mempengaruhi kemampuan berbahasa pasien. Kesulitan berbahasa ditandai oleh cara berkata yang samar-samar, stereotipik tidak tepat, atau berputar-putar.
D.    Perubahan Kepribadian
Perubahan kepribadian merupakan gambaran yang paling      mengganggu bagi keluarga pasien yang terkena. Pasien demensia mempunyai waham paranoid, gangguan frontal, dan temporal. Pasien seperti ini kemungkinan mengalami perubahan keperibadian yang jelas, mudah marah dan meledak – ledak.
E.     Psikosis
Diperkirakan 20 -30% pasien demensia tipe Alzheimer, memiliki halusinasi, dan 30 – 40 % memiliki waham, terutama dengan sifat paranoid atau persekutorik dan tidak sistematik.         
3.2        Minuman Keras Berbahaya Bagi Kesehatan Khususnya Remaja
Pada usia muda/remaja, konsumsi minuman keras  yang berlebihan membawa resiko kesehatan yang lebih buruk, karena pada usia ini tubuh, otak dan saraf masih berada pada tahap perkembangan. Resiko terkena penyakit berbahaya akibat mengkonsumsi miras/minol berlebihan pada usia muda/usia tumbuh kembang antara lain:
1.       Kanker mulut dan tenggorokan (cancer of the mouth and throat).
2.      Gangguan pada kesehatan mental dan seksual, misalnya depresi sampai pemikiran untuk bunuh diri.
3.      Sirosis hati dan penyakit jantung.
4.      Pada beberapa kasus, sirosis hati dapat meningkatkan resiko kanker hati
5.      Gangguan perkembangan otak
Tindak kriminal yang berhubungan dengan konsumsi alkohol pada usia remaja  cenderung meningkat. Misalnya kecelakaan lalu lintas karena berkendara dalam keadaan mabuk. Pelecehan seksual hingga pemerkosaan kepada orang tak berdosa akibat pelaku tidak bisa mengendalikan diri setelah pesta minuman keras. Pembunuhan akibat hilangnya akal sehat pelaku yang berada di bawah pengaruh alkohol.
Di berbagai Negara, konsumsi minuman keras  secara terbatas hanya diperbolehkan pada mereka yang telah berusia 21 tahun ke atas. Ada alasan  kesehatan di balik itu. Riset mengungkapkan bahwa remaja yang mulai mengkonsumsi alkohol saat usia di bawah 15 tahun, resiko ketergantungan pada alkohol meningkat 4 kali lipat dibanding mereka yang mulai mengkonsumsi alkohol saat berusia 21 tahun. Bisa dibayangkan, konsumsi alkohol pada usia remaja akan merenggut masa depan mereka.
3.3        Cara Mencegah Dan Menanggulangi Bahaya Minuman Keras Bagi Remaja
A.    Cara Mencegah Terhadap Bahaya Minuman Keras Bagi Remaja
Seseorang yang telah kecanduan minuman keras ataupun narkoba memang sulit untuk melepaskan diri dari ketergantungannya terhadap barang-barang tersebut, tapi bukan berarti tidak bisa. Berikut ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melepaskan diri dari jeratan ketergantungan terhadap minuman keras ataupun narkoba :
1.      Ciptakan suatu kondisi dimana sipecandu sibuk dengan suatu urusan (sebaiknya urusan yang memang disukainya/hobinya yang positif), sehingga waktunya untuk mengingat barang tersebut sedikit demi sedikit dapat dilupakannya.
2.      Ciptakan suatu kondisi agar sipecandu sendiri yang bertekad untuk meninggalkan dunia yang selama ini digelutinya, dan ini merupakan hal yang terbaik dan terpenting.
3.      Jika sipecandu sering bermabuk-mabukan dengan teman-temannya, maka sipecandu harus dijauhkan dari pergaulannya.
4.      Jika seorang muslim, maka sering-seringlah berjamaah dimesjid, mendengarkan ceramah-ceramah agama dan bergaul dengan para ulama.
5.      Keluarga harus lebih sering menasehatinya/mengingatkannya dengan lemah lembut, tentang bahaya minuman keras/narkoba. Jangan memakai kekerasan, mengejek atau memarahinya.
B.     Cara Menanggulangi Terhadap Bahaya Minuman Keras Bagi Remaja
Untuk menghilangkan kecanduan mengonsumsi minuman keras, kita harus melakukan hal-hal sebagai berikut:
1.      Melakukan Olahraga
Proses detoksifikasi bias memicu depresi, yang bisa diredakan deangan melakukan yoga atau olahraga lainnya secara teratur, karena banyak protasium yang dikeluarkan melalui keringat.
2.      Mengonsumsi sayur dan buah yang segar
Jus buah bit diyakini berkhasiat membersihkan hati, sementara jus wortel mampu memperkuat system kekebalan tubuh. Selain itu jus carberry juga dapat memurnikan tubuh dari racun-racun pengotor.

3.      Minum air putih lebih banyak
Untuk membersihkan racun alkohol, seorang harus menambah konsumsi cairan sebanyak 2-3 liter/hari. Karena sel-sel dalam tubuh membutuhkan cairan agar bisa berfungsi dengan baik saat melakukan detoksifikasi. Cairan yang cukup akan membantu kekebalan tubuh.
4.      Mengonsumsi herbal dan suplemen yang mengandung vitamin B
Mengonsumsi beberapa jenis herbal atau tumbuhan dan suplemen yang mengandung vitamin B yang dapat membantu mengurangi ketegangan fisik maupun psikis yang muncul saat proses detoksifokasi alkohol.














                                                                                              
BAB IV
PENUTUP

4.1        Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang telah disampaikan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1.      Bahaya minuman keras bagi kesehatan dapat berdampak secara fisiologis maupun secara psikologis.
2.      Bahaya minuman keras secara fisiologis antara lain: merusak hati, melemahkan jantung, merusak ginjal, gangguan bagi wanita, kanker, penyakit jantung, gangguan pernafasan, dan gangguan pada organ hati.
3.      Bahaya minuman keras secara psikologis dapat menimbulkan berbagai resiko bagi kesehatan jiwa seperti: gangguan daya ingat, orientasi, gangguan bahasa, gangguan kepribadian, dan psikosis.
4.      Pada usia remaja konsumsi minuman keras yang berlebihan akan berdampak buruk bagi kesehatan dan mengakibatkan: kanker mulut dan tenggorokkan, gangguan pada kesehatan mental dan seksual, sirosis hati dan penyakit jantung, kanker hati, serta gangguan perkembangan otak.
5.      Cara mencegah dari bahaya minuman keras bagi remaja:
a)      Menciptakan suatu kondisi dimana si pecandu sibuk dengan hobinya yang positif.
b)      Meninggalkan dunia yang selama ini digelutinya.
c)      Menjauhkan diri dari pergaulan yang tidak baik.
d)     Sering melakukan hal-hal yang positif.
e)      Pihak keluarga harus lebih sering menasehati/ mengingatkannya dengan lemah lembut.
6.      Cara menanggulangi bahaya minuman keras bagi remaja:
a)      Sering melakukan olahraga.
b)       Mengonsumsi sayur dan buah segar.
c)      Minum air putih lebih banyak.
d)     Mengonsumsi beberapa jenis herba atau tumbuhan dan suplemen yang mengandung vitamin B.
4.2        Saran
Dari penulisan karya ilmiah ini, penulis memberi saran sebagai berikut:
1.      Dengan mengetahui bahaya minuman keras bagi kesehatan, sebaiknya masyarakat bisa menjauhi bahkan tidak memngonsumsi minuman keras.
2.      Bagi usia remaja jangan sampai mengonsumsi minuman keras, sebab minuman keras mengakibatkan hilangnya kesadaran sehingga mudah terjadinya suatu tindakan criminal.
3.      Sebaiknya pada usia remaja seringlah melakukan hal-hal positif, seperti mendengarkan mendengarkan ceramah- ceramah agama agar tidak mudah terpengaruh pada hal-hal yang bersifat negatif.



DAFTAR PUSTAKA
http://luvjoy.blogdetik.com/2013/06/10/ketahui-bahaya-miras-dan-minol-untuk-selamatkan-generasi-muda/
http://smk2mkwbisa.blogspot.com/2013/01/bahaya-miras-bagi-tubuh-manusia-beserta.html














RIWAYAT HIDUP

Arif Novariyanto, dilahirkan di Desa Paciran Kabupaten  Lamongan pada tanggal 10 November 1996 dari pasangan Bapak Suprapto dan Ibu Sumarlik yang bertempat tinggal di Desa Paciran, anak kedua dari tiga bersaudara. TK sampai MA ditempuh di Lembaga Pendidikan Mazro’atul Ulum Paciran Lamongan.  Penulis menyelesaikan pendidikannya di tingkat TK pada tahun 2003, kemudian di tingkat MI pada tahun 2009, kemudian di tingkat MTs. pada tahun 2012, dan kemudian melanjutkan pendidikannya di MA NU Mazro’atul Ulum Paciran hingga sekarang. Di tingkat MTs penulis menjadi pengurus OSIS dan menjabat sebagai wakil sekretaris. Sedangkan sekarang di tingkat MA, penulis menjabat sebagai Ketua PK atau sama halnya dengan Ketua OSIS.
Seorang yang mempunyai hobby basket, futsal, dan berpetualang ini bercita-cita menjadi seorang Guru sekaligus pengusaha.Untuk pegangan dan motivasi hidupnya ia mengidolakan Baginda Nabi Muhammad SAW. sebagai suri tauladan yang baik.
Untuk memenuhi persyaratan mengikuti ujian semester genap di kelas XI, penulis menyusun sebuah karya ilmiah tentang “Bahaya Minuman Keras Bagi Remaja”. semoga apa yang ada dalam karya ilmiah ini bisa menambah pengetahuan,dan dapat bermanfaat untuk anda. Amin.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar