MACAM-MACAM
TAFSIR
1.
Berdasarkan
Sumbernya
Berdasarkan
sumber penafsirannya, tafsir terbagi dalam dua bagian:Tafsir bi Al-Ma’tsur dan Tafisr bi Al-Ra’yi
a.
Tafsir bi Al-Ma’tsur adalah tafsir yang menggunakan Al-Qur’an atau
sunnah sebagai sumber penafsirannya. Contoh:
1)
Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim, karangan
Abu Al-Fida’ Ismail bin Katsir Al-Qarsyi Al-Dimasyqi, terkenal dengan sebutan
Ibnu Katsir.
2)
Tafsir Jami’ Al-Bayan fi Tafsir
Al-Qur’an, karangan Abu Ja’far Muhammad bin Jarir Al-Thabary, dikenal dengan
sebutan Ibnu Jarir At-Thabary.
3)
Tafsir Ma’alim Al-Tanzil, dikenal
dengan sebutan Al-Tafsir Al-Manqul, karangan Al-Imam Al-Hafiz Al-Syahir Muhyi
Al-Sunnah Abu Muhammad bin Husein bin Mas’ud bin Muhammad bin Al-Farra’
Al-Baghawy Al-Syafi’i, dikenal dengan sebutan Imam Al-Baghawy.
4)
Tafsir Tanwir Al-Miqyas Min Tafsir
Ibn Abbas Karangan Majd Al-Din Abu Al-Thahir Muhammad bin Ya’qub bin Muhammad
bin Ibrahim bin Umar Al-Syairazi Al-Fairuzabadi, dikenal dengan sebutan
Al-Fairuzabadi.
b.
Tafsir bi Al-Ra’yi adalah tafsri
yang menggunakan rasio/akal sebagai sumber penafsirannya. Contoh:
1)
Mafatih Al-Ghaib, Karangan Fakhr
Al-Din Al-Razi.
2)
Al-Bahr Al-Muhith, karangan Abu
Hayan Al-Andalusi Al-Gharnathi.
3)
Al-Kasysyaf ‘an Haqa’iq Al-Tanzil wa
‘Uyun Al-Aqawil fi Wujuh Al-Ta’wil, karangan Al-Zamakhsyari.
2.
Berdasarkan
corak penafsirannya
Berdasarkan
corak penafsirannya dibagi menjadi 5, diantaranya adalah:
a.
Tafsir shufi/isyari, corak
penafsiran Ilmu Tashawwuf yang dari segi sumbernya termasuk tafsir Isyariy.
Nama-nama kitab tafsir yang termasuk corak shufi ini, antara lain:
1)
Tafsir Al-Quran Al-Azhim, karya Sahl
bin Abdillah Al-Tustari. Dikenal dengan Tafsir Al-Tustasry.
2)
Haqaiq Al-Tafsir, karya Abu
Abdirrahman Al-Silmi, terkenal dengan sebutan Tafsir Al-Silmi.
3)
Al-Kasyf wa Al-Bayan, karya Ahmad
bin Al-Naisabury, terkenal dengan nama Tafsir Al-Naisabury.
4)
Tafsir Ibnu Araby, karya Muhyiddin
Ibnu Araby, terkenal dengan nama Tafsir Ibnu Araby.
5)
Ruh Al-Ma’ani, karya Syihabuddin
Muhammad Al-Alusy, terkenal dengan nama Tafsir Al-Alusiy (Al-Shabuniy, 1985:
2001).
b.
Tafsir Fiqhi, corak penafsiran yang
lebih banyak menyoroti masalah-masalah fiqih. Dari segi sumber penafsirannya,
tafsir bercorak fiqhi ini termasuk tafsir bi Al-Ma’tsur. Kitab-kitab tafsir
yang termasuk corak ini antara lain:
1)
Ahkam Al-Quran, karya Al-Jashshash,
yaitu Abu Bakar Ahmad bi Ali Al-Razi,
dikenal dengan nama Tafsir Al-Jashshash. Tafsir ini merupakan tafsir yang
penting dalam fiqih mazhab Hanafi.
2)
Ahkam Al-Quran, karya Ibnu Arabi,
yaitu Abu bakar Muhammad bin Abdullah bin Ahmad Al-Mu’afiri Al-Andalusi
Al-Isybili. Kitab tafsir ini menjadi rujukan penting dalam Ilmu Fiqihbagi
pengikut mazhab Maliki.
3)
Al-jami’ li Ahkam Al-Quran, karya
Imam Al-Qurthuby, yaituAbu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakar bin
FarhAl-Anshariy Al-Khazraji Al-Andalusi. Kitab ini dengan nama kitab Tafsir
Al-Qurthuby, yang pendapat-pendapatnya tentang fiqih cenderung pada pemikiran
mazhab Maliki.
4)
Al-Tafsirat Al-Ahmadiyyah fi Bayan
Al-Ayat Al-Syari’ah, karya Mula Geon.
5)
Tafsir Ayat Al-Ahkam, karya Muhammad
Al-Sayis.
6)
Tafsir Ayat Al-Ahkam, karya Manna’
Al-Qaththan.
7)
Tafsir Adhwa’ Al-Bayan, karya Syeikh
Muhammad Al-Syinqiti(Al-Qaththan, tt: 376-377).
c.
Tafsir Falsafi, yaitu tafsir yang
dalam penjelasannya menggunakan pendekatan filsafat, termasuk dalam hal ini
adalah tafsir yang bercorak kajian Ilmu Kalam. Dari segi sumber penafsirannya
tafsir bercorak falsafi ini termasuk tafsir bi Al-Ra’yi. Kitab-kitab tafsir
yang termasuk dalam kategori ini antara lain:
1)
Tanjih Al-Quran An Al-Matha’in,
karya Al-Qadhi Abdul Jabbar. Tafsir ini bercorak kalam aliran Mu’tazilah.
Dilihat dari segi metode yang digunakannya, tafsir ini termasuk tafsir Ijmaliy,
sedangkan dari segi sumber penafsirannya ia lebih banyak menggunakan akal,
karena itu termasuk Tafsir bi Al-Ra’yi.
2)
Mir’at Al-Anwar Wa Misykat Al-Asrar,
dikenal dengan Tafsir Al-Misykat, karya Abdul Lathif Al-Kazarani. Tafsir ini
bercorak kalam aliran Syi’ah.
3)
Al-Tibyan Al-Jami’ Li Kulli Ulum
Al-Qur’an, karya Abu Ja’far Muhammad bin Al-Hasan bin Ali Al-Thusi. Tafsir ini
bercorak kalam aliran Syi’ah Itsna Asy’ariyah.
d.
Tafsir Ilmiy,yaitu tafsir yang lebih
menekankan pembahasannya dengan pendekatan ilmu-ilmu pengetahuan umum. Dari
segi sumber penafsirannya tafsir bercorak Ilmy ini juga termasuk tafsir bi
Al-Ra’yi. Salah satu contoh kitab tafsir yang bercorak ilmiy adalah kitab
Tafsir Al-Jawahir, karya Thanthawi Jauhari.
e.
Tafsir Al-Adab Al-Ijtima’i yaitu
tafsir yang menekankan pembahasannya pada masalah-masalah sosial
kemasyarakatan. Dari segi sumber penafsirannya tafsir yang bercorak Al-Adab
Al-Ijtima’i ini termasuk tafsir bi Al-Ra’yi. Namun ada juga sebagian ulama yang
mengategorikannya sebagai tafsir Bi Al-Izdiwaj (tafsir campuran), karena
presentase atsar dan akal sebagai sumber penafsiran dilihatnya seimbang. Salah
satu contoh tafsir yang bercorak demikian ini adalah Tafsir Al-Manar, buah
pikiran Syeikh Muhammad Abduh yang dibukukan oleh Muhammad Rasyid Ridha.
3.
Berdasarkan
Metodenya
Para ulama
Al-Qur’an telah membuat klasifikasi tafsir berdasarkan metode penafsirannya
menjadi empat macam, yaitu (1) Tahlili, (2) Ijmali, (3) Muqaran, dan (4)
Maudhu’i. Keempat metode ini dapat dijelaskan sebagai berikut.
a.
Metode Tahlili (Metode Analisis)
Metode
Tahlili dalah metode penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an secara analitis dengan
memaparkan segala aspek yang terkandung dalam ayat yang ditafsirkannya sesuai
dengan bidang keahlian mufasir tersebut.
b.
Metode Ijmali (Metode Global)
Metode
Ijmali yaitu penafsiran Al-Qur’an secara singkat dan global, tanpa uraian
panjang lebar , tetapi mencakup makna yang dikehendaki dalam ayat.
c.
Metode Muqaran (Metode
Komparasi/Perbandingan)
Tafsir
dengan metode muqaran adalah menafsirkan Al-Qur’an dengan cara mengambil
sejumlah ayat Al-Qur’an, kemudian mengemukakan pendapat para ulama tafsir dan
membandingkan kecenderungan para ulama tersebut, kemudian mengambil kesimpulan
dari hasil perbandingannya (Al-Aridh, 1992: 75).
d.
Metode Maudhu’i (Metode Tematik)
Tafsir
dengan metode Maudhu’i adalah menjelaskan konsep Al-Qur’an tentang suatu
masalah/tema tertentu dengan cara menghimpun seluruh ayat Al-Qur’an yang
membicarakan tema tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar